• SMP TAMAN DEWASA KEBUMEN
  • Sekolah Berwawasan Kebudayaan Nasional
  • info@smptdkebumen.sch.id
  • (0287) 385322
  • Pencarian

Sekilas Tentang Hari Batik Nasional 2 Oktober

Sekilas Tentang Batik

Batik telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Namun menurut maestro batik Iwan Tirta dalam bukunya A Play of Light and Shades, batik boleh jadi berkembang secara bersamaan di beberapa tempat di dunia.

Di Indonesia sendiri, Iwan menyebut pada akhir abad ke-19 seorang akademisi bernama Rouffer melaporkan adanya motif batik sehalus gringsing diproduksi di Kediri pada abad ke-12.

Corak batik tersebut menggambarkan sisik ikan. Ini artinya, kemungkinan besar, motif batik tersebut dibuat menggunakan canting.

Kemudian dalam perkembangannya, batik berkaitan erat dengan kesenian lain yakni wayang, tarian, dan lagu. Oleh karenanya, batik memiliki ciri yang terkait dengan komunitas pembuatnya. Bahkan, sebagian cirinya menggambarkan suasana zaman dan alam sekitarnya. Batik pada perjalanannya kemudian diproduksi untuk keperluan komersial, meski sebagian lain ada juga yang menggunakan batik untuk melengkapi kebutuhan adat serta tradisi. Tetapi, ia berpendapat, batik Jawa menjadi sangat halus karena coraknya yang berkembang luas.

Selain itu, batik Jawa juga memiliki keistimewaan lain yakni metode pewarnaannya yang maju, serta ada penyempurnaan dalam tekniknya. Iwan menyebut, cikal bakal batik bentuknya lebih sederhana. Adapun kain simbut dari Banten merupakan salah satu contoh batik paling awal yang pernah ada. Kain ini dibuat dengan menggunakan bubur nasi sebagai perintang warna.

Penetapan Hari Batik

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia.

 

Artikel dikutip dari : kompas.com dan tribunnews.com

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PENGUMUMAN PPDB 2020 /2021

Selamat datang di Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru Online PPDB SMP Taman Dewasa Kebumen Tahun Pelajaran 2020 / 2021   Assalamualaikum. Wr.Wb Tahun pelajaran 2019/2020 segera be

27/01/2021 12:38 WIB - Administrator
Dampak Covid 19 terhadap pelaksanaan UNBK 2020

Wabah virus corona COVID-19 yang menyebar di Indonesia berdampak pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020 dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebu

29/03/2020 10:21 WIB - Administrator
Tahun 2020, Tak Ada Lagi Pelajaran Matematika Di Negara Ini!

Matematika menjadi salah satu mata pelajaran menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat di rapor akibat bidang studi penuh angka tersebut. Hasil riset Trends in

23/09/2019 11:27 WIB - Administrator
Menyiapkan Era Education 4.0 dengan Teknologi dengan Program Digitalisasi Sekolah

Program digitalisasi sekolah yang baru saja diluncurkan Kemendikbud, tidak akan menghilangkan proses pembelajaran dengan tatap muka. Pembelajaran dengan tatap muka antara guru dan siswa

14/09/2019 08:57 WIB - Administrator
Mendikbud Luncurkan Program Digitalisasi Sekolah di Kabupaten Natuna

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meluncurkan program digitalisasi sekolah di salah satu pulau terluar Indonesia, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada R

14/09/2019 08:57 WIB - Administrator